Bansos Tunai Rp300.000 Tahap 2 Cair, Sudah Cek Nama Kamu Belum?

23

Bantuan sosial tunai (BST) atau bansos tunai tahap kedua tahun 2021 sudah tersalurkan 70% hingga 19 Februari 2021. Bansos tunai Rp300.000 dibagikan kepada warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Menurut siaran pers PT Pos Indonesia (Persero) yang diterima di Jakarta, Minggu (21/2/2021), dana bantuan sosial tunai tahap kedua tahun 2021 sudah diserahkan kepada lebih dari enam juta keluarga penerima manfaat.

Ketua Tim Pelaksana Program Bantuan Sosial Tunai Pos Indonesia Haris mengatakan, di provinsi seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat distribusi bantuan sosial tunai tahap kedua bahkan sudah mencapai 90%

Pada tahap kedua penyaluran bantuan sosial tahun 2021, dengan bantuan PT Pos dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai Rp2,8 triliun kepada 9,5 juta keluarga penerima manfaat.

“Kita terus dorong unit-unit Kantor Pos di daerah untuk bekerja maksimal dalam pendistribusiannya. Tidak ada hari libur sesuai arahan dari Mensos,” kata Haris.

Haris menjelaskan pula bahwa dana bantuan sosial tunai tahap satu sudah 97% tersalur, penerimanya sekitar 9,5 juta keluarga.

Pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai untuk meringankan beban warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Pemerintah mengalokasikan dana Rp10 triliun untuk memberikan bantuan sosial tunai Rp300.000 per bulan per keluarga kepada sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat dari Januari hingga April 2021.

Guna mempercepat penyaluran bantuan, Pos Indonesia berupaya mengantarkan langsung bantuan dana ke rumah warga dan memudahkan warga mengakses pelayanan dengan menyediakan tempat penyaluran bantuan di tempat yang mudah dijangkau warga seperti kantor desa.

Lalu bagaimana jika nama anda tidak ada di daftar ?

Lembaga keagamaan yang menjadi korban pemotongan bantuan sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat tahun 2020 semakin banyak yang bersuara. 

Mereka datang ke kantor LBH Ansor di Jalan Raya Badakpaeh, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna untuk meminta pendampingan hukum.

Di depan Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik, sekretaris salah satu lembaga keagamaan penerima bansos asal Kecamatan Sodonghilir berinisial AA (42) menuturkan, lembaganya ditawari seseorang mendapatkan bansos pada Juli 2020.

Seseorang yang diduga kuat kenal dengan seorang pejabat di Pemprov Jawa Barat itu hanya meminta nomor rekening dan stempel lembaga.

“Saya tidak tahu soal proposal dengan urusan administrasi. Tidak pernah tanda tangan apa pun termasuk NPHD (naskah perjanjian hibah daerah). Kami hanya diminta stempel sama nomor rekening lembaga,” ucap AA, Sabtu (20/2/2021).

Setelah menunggu beberapa bulan, pihaknya pun mendapatkan kabar uang sudah masuk di nomor rekening lembaga pada Januari. Dia pun mengambil uang di salah satu bank di Kecamatan Cibalong.

“Nah seseorang itu, langsung meminta uang Rp350 juta. Kami hanya menerima Rp150 juta dari total Rp500 juta,” ucap AA.

Halaman: 1 2

You might also like
close